Berbisnis lewat instagram


Teteh Ifa lagi pusing sebenernya gimana sih cara yang baik dan benar berbisnis lewat Instagram? Ko followersnya ga nambah-nambah ya, yang like juga sedikit dan engage dengan konsumennya juga kurang. Jadilah browsing-browsing di internet. Dari hasil baca-baca, teteh Ifa berhasil mencatat beberapa point yang penting nih :

Brand Batik Kekinian

Sekarang ini Batik semakin populer, sejak diresmikan sebagai world heritage oleh Unesco dan tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik. Banyak orang yang sudah mulai menyukai Batik dan tidak hanya memakainya untuk acara resmi atau ke acara pernikahan saja. Kita juga sudah banyak menjumpai Batik di keseharian, di Mall dan di tempat lainnya. Model-model pakaiannya juga semakin menarik dan unik sehingga masyarakat tidak melihat batik sebagai hal yang ketinggalan jaman.

Saya sendiri menyukai batik dan kain-kain tradisional Indonesia lainnya semenjak kuliah di Kriya Tekstil tahun 2006, Saya mulai mengkoleksi Batik dan Tenun. Sejak saat itu juga Batik mulai mengisi lemari saya sampai sekarang kayanya ga punya baju polos hahaha.

Brand Batik baru banyak bermunculan dan sudah mulai mengalahkan pamor brand Batik besar seperti Danar Hadi, Iwan Tirta, Batik Keris,dsb. Walaupun tetap saja brand-brand tersebut masih banyak pengagum setianya.

Disini saya mau berbagi beberapa brand Batik yang menurut teteh Ifa keren-keren dan populer di kalangan anak muda jaman sekarang:

LOCAFORE Jazz Festival, Kota Baru Parahyangan


Tanggal 3 & 4 September lalu, Locafore hadir lagi di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Tahun ini adalah tahun ke-6 untuk acara Locafore.



Acara Jazz ini beda dengan acara Jazz yang lain karena Locafore menggabungkan Design dan Art juga. Jadi, selain banyak musisi Jazz yang tampil, ada juga 50 lebih local brand yang berpartisipasi untuk memeriahkan acara ini. Musisi Jazz-nya antara lain, Ermy Kulit, Tjut Nyak Deviana Daudsyah, Rio Moreno, Margie Segers, Eddy Sakroni, dan Salamander Big band. Local brand yang berpartisipasi juga dikurasi sebelumnya, antara lain, Giffa, Lthrkrft, Koola Stufa, Matoa, Gammara Leather, dll.

Welcome back Ibu Sri Mulyani!



Hari ini Indonesia sedang dikejutkan oleh berita reshuffle kabinet kerja Presiden Jokowi. Ibu Sri Mulyani kembali menjadi Menteri Perekonomian Indonesia! Hore! Well, pasti ada aja sih yang kontra, tetapi saya sendiri optimis mendengar berita ini.

Terlepas dari gosip sangkut pautnya Ibu Sri Mulyani dengan kasus Century (Setahu saya, Ibu Sri Mulyani dan Pak Boediono membuat keputusan agar Bank Century dibantu sebesar 6,7 Trilyun agar tidak bangkrut. Tapi ternyata, Bank Century dan pemiliknya tidak bangkrut, yang dirugikan malah nasabahnya. Menurut saya beliau hanya kambing hitam untuk kasus tersebut)

Saya kagum sama Ibu Sri Mulyani. Kenapa? Satu,karena beliau perempuan, dan bisa menjadi salah satu orang paling berpengaruh di Indonesia. Dua, karena selama menjabat menjadi  Menteri Keuangan Indonesia, beliau dinobatkan menjadi Menteri Keuangan Terbaik di Asia. Ketiga, Beliau diangkat menjadi Operational Director World Bank! Wow! Wanita pertama yang menjabat dan she is Indonesian! Keren bukan?. Keempat, Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Kelima, beliau juga loh, yang menciptakan LPDP, beasiswa yang sudah menerbangkan ribuan mahasiswa pertahun ke seluruh penjuru dunia. Dan banyak lagi prestasi yang Ibu Sri Mulyani yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Menurut saya hal-hal tersebut bisa membuktikan bahwa beliau orang yang baik dan bersih.

Ya, sebagai warga Indonesia yang baik, kita hanya bisa berdoa semoga beliau bisa membawa Perekonomian Indonesia yang sedang carut marut belakangan ini ke arah yang lebih baik.  Aaamiiinn..... Semangat Ibu Sri!






Ps : buat yang mau tau sejarah dan kunci sukses Ibu Sri Mulyani bisa baca disini https://smipresidenku.wordpress.com/2012/12/18/kunci-sukses-sri-mulyani-tenang-tegas-dan-fokus/





Tips Nonton Film Horror Untuk Kamu Yang Penakut

 

"Yang, nonton The Conjuring 2, yuk?"
"Ogah"

Itu jawaban yang dikeluarkan suami saya ketika saya ajak nonton The Conjuring 2 yang lagi happening banget dan memenya bertebaran dimana-mana di social media. Tapi sebagai horror junkie saya ga boleh banget nih ketinggalan. Baiklah kalau begitu saya membulatkan tekat untuk nonton sendiri saja. Alhamdulillah, ternyata bioskop penuh kanan kiri ada orang jadi ga parno ngebayangin kalo kanan kiri kosong nanti tiba-tiba ada bayangan pas nengok ada muka hahahaha #ketawamiris.

Kenapa Brand Lokal Mahal?





(sumber : google)

Saat ini di Indonesia banyak sekali brand lokal bermunculan dan banyak yang menawarkan konsep yang berbeda. Kualitasnya juga bisa dibandingkan dengan merek-merek asing. Tetapi disamping itu saya juga sering mendengar ada orang yang berkata,"brand lokal aja mahal banget sih, mending nambah sedikit beli Z... atau T......p ada merknya daripada pake merk ga jelas".

Yuk kita bahas kenapa brand lokal mahal :

1. Brand local memproduksi dalam jumlah sedikit

Local Brand : Giffa Indonesia 

Local Brand : Motiviga

Local Brand : Lana Fitmat



Kebanyakan brand lokal memproduksi dalam jumlah sedikit bukan mass product. Kalau kalian melihat dress di ITC dengan harga 75.000 atau tas backpack seharga 50.000 mungkin itu adalah produk Cina yang memproduksi secara massal, bisa jadi mereka memproduksi ribuan bahkan jutaan untuk satu model saja.


2. Para pekerja adalah manusia yang harus digaji layak


Jadi proses membuat bahan, mencari bahan baku, menjahit, finishing, quality control bahkan transportasi sampai barang tersebut dijual yang melakukannya adalah manusia bukan mesin. Mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk keluarganya.

3. Harga bahan baku yang tinggi

Di Indonesia bahan baku kebanyakan masih impor. Kita memiliki Sumber daya alam yang melimpah tapi kita belum bisa mengolahnya, jadi diambil oleh negara lain lalu diolah oleh mereka dan dikirimkan balik ke kita. Dibeli lalu dijadikan produk, otomatis harga bahan baku menjadi tinggi. Belum lagi ada pajak yang dikenakan pemerintah untuk ekspor impor.

3. Hpp yang tinggi membuat harga menjadi tinggi

Dari proses yang sudah saya sebutkan tadi, membuat harga pokok menjadi tinggi dan apabila brand tersebut menitipkan barang di toko. Sekarang ini untuk menitipkan barang di toko offline maupun online dikenakan biaya minimal 30% dari harga jual. Sebut saja misalkan toko The G Dept, toko yang menjadi kiblat mode anak muda indonesia sekarang. Mereka mengambil untung sebesar 50% dari harga jual. Jadi setidaknya para pemilik brand harus mengkalikan 3 dari nilai HPP agar mendapatkan untung. Contoh :

HPP = Rp 100.000
HPP x 3 = Rp 300.000
Yang didapatkan oleh brand tersebut Rp 150.000 
Besar untung = Rp 50.000

Nah harga Rp 300.000 misalkan untuk sebuah atasan akan dinilai mahal oleh konsumen, sedangkan brand mendapatkan Rp 50.000 yang akan dikumpulkan untuk membayar gaji, transportasi, listrik, dan sebagainya.


3. Brand local memiliki kualitas yang baik

(sumber : google)

Para pemilik brand berusaha menjaga barang dagangannya sebaik mungkin agar tetap terjaga kualitasnya mereka tidak mau asal menjual barang tanpa memiliki konsep. Mereka memilih bahannya sendiri serta selalu melakukan quality control sebelum dijual. Bahkan banyak sekali brand besar luar yang mempercayakan produksinya di Indonesia, contohnya, Sepupu saya pernah menitip Jersey bola kepada temanya yang sedang ke Inggris, harganya kurang lebih Rp 500.000 namun setelah dilihat ternyata ada tulisan "made in Indonesia"

4. Produk dibuat dengan cinta