Satu Bulan Bersepeda di Bandung

Beberapa bulan belakangan ini, saya merasa sangat kesulitan menyempatkan diri untuk mengunjungi track lari favorit saya. Entah mengapa, sepanjang tahun ini langit Bandung sedang sangat murah hati mencurahkan hujan hampir setiap sore. Sedangkan untuk menyempatkan diri di pagi hari rasanya cukup sulit karena aktivitas harian saya mengajar yoga biasanya dimulai sekitar pukul 7 pagi.

Dahon Roo
Sumber foto: www.tokosepedanusantara.com

Untungnya, satu bulan yang lalu saya kembali 'dipertemukan' dengan sepeda lipat saya yang lama tersembunyi. Cerita lengkap tentang pertemuan kembali ini bisa dibaca di sini: [link]. Sejak saat itu, sepeda ini sudah menemani saya berjalan-jalan ke berbagai tempat, dan saya pun menemukan alternatif olah raga kardio yang tetap bisa saya lakukan tanpa harus mengusik jadwal harian saya. Bersepeda menjadi moda transportasi alternatif yang menyenangkan.

Sebelum bersepeda, saya biasanya mengandalkan mobil pribadi sebagai alat transportasi. Kalau sedang tidak memungkinkan menggunakan mobil, saya menggunakan layanan ojek online atau angkot. Perubahan ini tentu membawa cerita tersendiri. Dari pengalaman saya yang belum seberapa ini, ada beberapa hal yang membuat bike commuting menjadi sangat berkesan untuk saya:

Jason Vale 3-Day Juice Challenge

Hai! Selamat Idul Adha 2016 / 1437 H bagi semua yang merayakan, mohon maaf lahir batin! :)

Gimana nih guys libur lebaran hajinya? Kalo saya sih seneng dong pastinya karena kumpul sama keluarga besar, dimana bude saya yang paling jago masak, bikin opor resep alm. Eyang yang waduhhh bombastis banget rasanya. Mana ditambah ketupat, sambel goreng ati, semur lidah sapi yang ga kalah bombastisnya. Dimulai dengan piring ke-1, lalu piring ke-2, piring ke-3, lalu penyesalan pun datang (kenapa ya si penyesalan ini datangnya selalu di akhir-akhir).
Kalian tau gak rasanya kenyang yang too much’? Sampe perut rasanya penuh banget ga karuan, ngantuk tapi posisi tiduran ga membuat kondisi perut menjadi lebih baik jadinya duduk kagok gak jelas nunggu makanan turun. Nah itu persis yang saya rasakan setelah piring ke-3 (lagian maruk banget sampe makan 3 piring sih!). 

Kalau kalian ada yang merasakan hal yang sama, ada Jason Vale 3-Day Juice Challenge yang bisa kalian cobain nih. Tujuannya supaya ngasih break-time aja sama perut setelah disiksa opor dan kawan-kawannya. Haha..
Sebenernya pertama kali saya nyobain Juice Challenge ini di awal bulan lalu, dan jujur aja hasilnya bikin badan jauh lebih enak sehingga saya meniatkan untuk melakukan 3 Day-Juice Challenge di setiap 2 bulan sekali.
Sebenernya berat badan saya ada di kisaran normal yang engga mengharuskan saya diet untuk menurunkan berat badan, tapi namanya perempuan yaa teteh-teteh sekalian, suka aja ngimpi punya paha badan kaya Ariana Grande atau Selena Gomez *senyum* *kemudian nangis*. 
Jadi,saya pribadi sih menjadikan 3-Day Juice Challenge ini untuk semacam detox bagi pencernaan, yang bonusnya adalah turun berat badan (juga). 

OK! Langsung saja kita mulai!

Pilih Yoga atau Lari, Ya?

Selamat Idul Fitri! :)

Setelah melewati libur Lebaran, biasanya banyak yang bertekad untuk menyehatkan gaya hidupnya. Entah karena ingin mempertahankan angka timbangan yang diraih setelah sebulan berpuasa, karena merasa ‘berdosa’ atas timbunan lemak dan gula hasil bersilaturahim ke rumah tante yang jago masak, atau karena banyak dikomentari oleh paman yang mulutnya jahil. Lebaran jadi seperti kesempatan kedua untuk menulis resolusi menjadi lebih sehat.

Image source: meditatecenter.com

Tentu kita semua sudah paham pentingnya melakukan olah raga untuk menjadi sehat. Dari sekian banyak alternatif olah raga, biasanya ada dua olah raga yang menjadi top choices untuk para wanita: yoga atau lari. Kedua olah raga ini relatif mudah untuk dilakukan karena membutuhkan perlengkapan yang minim. Yoga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menyukai olah raga indoor atau mereka yang kurang bisa menikmati gerakan high impact, sementara lari—sebagai bentuk olah raga yang konon paling sederhana dan murah—biasanya menjadi pilihan mereka yang ingin menurunkan berat badan dalam waktu cepat.

Kalo kamu termasuk yang sedang bingung untuk menentukan pilihan di antara dua olah raga ini, mari simak lebih lanjut ;)

Greener On The Other Side?



Beberapa bulan lalu saya mengalami down terlebay selama 5 tahun terakhir ini. Down yang saya maksud adalah jenis perasaan “kok rumput tetangga jauh lebih hijau yaa?”. Intinya saya sedang kurang bersyukur, dan setan-setan sedang merecoki saya untuk terus melihat kehidupan orang lain yang cenderung lebih ‘hijau’ daripada saya, untuk kemudian munculah perasaan envy.

Ugh, I hate that feeling! I mean, who doesnt?
 
Memiiki perasaan sirik terhadap orang lain simply menandakan bahwa kita tidak mampu. Tidak mampu apa? Tidak mampu bersyukur, tidak mampu melihat dari perspektif yang lain (and life is all about perspective, isn’t it?), dan tidak mampu menghargai diri sendiri. Sebagai manusia, siklus ‘rumput tetangga lebih hijau’ ini termasuk kedalam sesuatu yang akan selalu datang dan pergi. Itu normal. Dan yang dapat membantu kita untuk segera ‘sembuh’ dari sifat envy ini adalah : be honest.


Resep : Healthy Banana Oatmeal Date Milkshake

Halo! sebelumnya saya mau mengucapkan selamat berpuasa ya kepada yang menjalankan, semoga di bulan ini kita bisa berlomba-lomba mengejar pahala serta lancar berpuasa. By the way, menu favorit kalian ketika sahur dan berbuka apa sih? Kalau saya,menu wajib yang harus ada ketika sahur dan buka adalah : PISANG.

Kenapa pisang?
Pisang kaya akan manfaat, yaitu dapat menjadi tambahan sumber karbohidrat selain yang sehari-hari kita makan seperti nasi atau mie. Buah ini juga bagus untuk yang sedang berusaha menurunkan berat badan (hayo, siapa yang berpuasa tapi kok badan tetap melar, ngacung! *mengacungkan tangan sendiri*) karena dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama, serta kaya akan kandungan vitamin dan mineral. Selain itu bagi saya, pisang adalah buah yang praktis untuk disimpan. Rasanya juga disukai oleh seluruh anggota keluarga saya. Pisang juga bagus untuk maag, yang sering muncul ketika berpuasa.

Selain itu, ada bahan-bahan makanan lain yang bagi saya dapat menjadi healthy energy booster ketika saya berpuasa:


Manisnya Cemilan, Pahitnya Kenyataan



Setelah berkali-kali mencoba untuk mengatur pola makan alias diet, saya berakhir pada sebuah kesimpulan:

Saya nggak akan pernah berhasil diet selama di Indonesia masih ada mini market.

Follow Us On Bloglovin'