2017 Anti Malas

Akhir tahun itu selain musimnya diskon, juga biasanya waktunya orang-orang mikirin resolusi tahun depan. Resolusi tahun lalu saya adalah : menjadi kurus. Yang akhirnya berubah dengan sendirinya secara perlahan di tengah tahun menjadi : sering berolahraga, dan kini di bulan Desember dimana tahun hampir berakhir menjadi : lebih sehat. Bukan artinya resolusi saya tidak tercapai loh, hahaha tapi justru saya merasa resolusi saya berkembang menjadi lebih baik. Dari yang tadinya ingin kurus (saja), saya secara perlahan bisa memahami enaknya berolahraga secara konsisten yang menghasilkan pribadi saya menjadi lebih sehat, hingga pada akhirnya si “pengen kurus” ini menjadi tidak penting lagi. (Tapi jadi bonus, huahhaha!)

Untuk tahun depan, resolusi saya adalah menjadi lebih produktif. Jujur, belakangan ini saya banyak menunda-nunda pekerjaan yang ingin saya capai, alasannya? Saya ini pemalas. Ya karena banyak alasan aja. Karena urus anak-lah, urus suami, urus rumah, capek, gak mood, dan lain-lain. Itu alasan yang dibuat-buat aja sih sebenernya, karena saya percaya kalau kita sudah punya tekad, harusnya semua bisa dilakonin secara perlahan. Yang namanya waktu itu sebenernya panjang kalau bisa kita manage dengan baik. Kalau manage nya buruk, ya waktunya cepat habis dipakai tidur-tiduran, cek sosmed, atau nonton sinetron gak jelas (yes, ini adalah curcol). Makanya di tahun depan, saya mau lebih bisa me-manage waktu dengan lebih efektif. How? Dengan tekad tentunya (ceilehh), dan dibantu oleh reminder dan planner yang baik.

Koper, Pesawat, dan Balita


Hai semua! Post kali ini dikhususkan teteh-teteh yang akan dan/atau sudah beranak (atau kita sebut saja teteh emak ya, haha), karena yang akan dibahas adalah tips dan pengalaman berlibur bareng balita, yay!

Baru-baru ini saya dan suami berlibur selama 9 hari ke Jepang sambil membawa anak 3 tahun kami. Kami bukan aliran liburan pakai paket tour sehingga semua agenda kami rancang sendiri. Selain jatuhnya lebih murah, schedule bikinan sendiri juga terasa lebih fleksibel apalagi kalau membawa anak. Repot? Yes! Tapi keseruannya juga tidak tertandingi. Jadi, untuk para teteh emak yang akan berlibur bareng anak balitanya, simak pengalaman dan tips-ku berikut ini : 

1.       Persiapan


Intro
Mika, anakku sudah pernah bepergian cukup jauh sebelum liburan Jepang kali ini. Dari umur setahun, dia sudah pernah diajak ke Balikpapan (Kalimantan) dan Singapura, sehingga perjalanan menaiki pesawat bukan sesuatu yang baru bagi dia. Tapi tetap saja penjelasan mengenai perjalanan panjang di pesawat harus dijelaskan sejak jauh-jauh hari sebelum berangkat,supaya anak punya pandangan lebih jelas nantinya. Untuk yang membawa anaknya terbang pertama kali, bisa dimulai dengan bercerita mengenai apa itu pesawat, bagaimana di dalamnya, dan lain sebagainya sampai dia tertarik dan tidak sabar untuk menaiki pesawat. Hal ini juga berlaku untuk tempat tujuan ya! Ceritakan mengenai tempat tujuan berlibur kepada anak, apa saja kegiatan yang akan dilakukan disana, dan lain-lain. Jangan sampai orang tua nya saja yang excited mengenai tempat tujuan, kenalkan juga kepada anak.

Brand Batik Kekinian

Sekarang ini Batik semakin populer, sejak diresmikan sebagai world heritage oleh Unesco dan tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik. Banyak orang yang sudah mulai menyukai Batik dan tidak hanya memakainya untuk acara resmi atau ke acara pernikahan saja. Kita juga sudah banyak menjumpai Batik di keseharian, di Mall dan di tempat lainnya. Model-model pakaiannya juga semakin menarik dan unik sehingga masyarakat tidak melihat batik sebagai hal yang ketinggalan jaman.

Saya sendiri menyukai batik dan kain-kain tradisional Indonesia lainnya semenjak kuliah di Kriya Tekstil tahun 2006, Saya mulai mengkoleksi Batik dan Tenun. Sejak saat itu juga Batik mulai mengisi lemari saya sampai sekarang kayanya ga punya baju polos hahaha.

Brand Batik baru banyak bermunculan dan sudah mulai mengalahkan pamor brand Batik besar seperti Danar Hadi, Iwan Tirta, Batik Keris,dsb. Walaupun tetap saja brand-brand tersebut masih banyak pengagum setianya.

Disini saya mau berbagi beberapa brand Batik yang menurut teteh Ifa keren-keren dan populer di kalangan anak muda jaman sekarang:

Jason Vale 3-Day Juice Challenge

Hai! Selamat Idul Adha 2016 / 1437 H bagi semua yang merayakan, mohon maaf lahir batin! :)

Gimana nih guys libur lebaran hajinya? Kalo saya sih seneng dong pastinya karena kumpul sama keluarga besar, dimana bude saya yang paling jago masak, bikin opor resep alm. Eyang yang waduhhh bombastis banget rasanya. Mana ditambah ketupat, sambel goreng ati, semur lidah sapi yang ga kalah bombastisnya. Dimulai dengan piring ke-1, lalu piring ke-2, piring ke-3, lalu penyesalan pun datang (kenapa ya si penyesalan ini datangnya selalu di akhir-akhir).
Kalian tau gak rasanya kenyang yang too much’? Sampe perut rasanya penuh banget ga karuan, ngantuk tapi posisi tiduran ga membuat kondisi perut menjadi lebih baik jadinya duduk kagok gak jelas nunggu makanan turun. Nah itu persis yang saya rasakan setelah piring ke-3 (lagian maruk banget sampe makan 3 piring sih!). 

Kalau kalian ada yang merasakan hal yang sama, ada Jason Vale 3-Day Juice Challenge yang bisa kalian cobain nih. Tujuannya supaya ngasih break-time aja sama perut setelah disiksa opor dan kawan-kawannya. Haha..
Sebenernya pertama kali saya nyobain Juice Challenge ini di awal bulan lalu, dan jujur aja hasilnya bikin badan jauh lebih enak sehingga saya meniatkan untuk melakukan 3 Day-Juice Challenge di setiap 2 bulan sekali.
Sebenernya berat badan saya ada di kisaran normal yang engga mengharuskan saya diet untuk menurunkan berat badan, tapi namanya perempuan yaa teteh-teteh sekalian, suka aja ngimpi punya paha badan kaya Ariana Grande atau Selena Gomez *senyum* *kemudian nangis*. 
Jadi,saya pribadi sih menjadikan 3-Day Juice Challenge ini untuk semacam detox bagi pencernaan, yang bonusnya adalah turun berat badan (juga). 

OK! Langsung saja kita mulai!

Pebble Smartwatch

Hai!
Berhubung masih tidak jauh dari moment lebaran (padahal udah lewat sebulan), saya ingin sharing review mengenai “barang lebaran” saya nih yang tidak lain tidak bukan adalah : Jam Tangan. Hehehe..

Perkenalkan! Jam bedug saya ini adalah Pebble Time Round Series

Yay! Welcome to the family!
So, “Why Pebble Time Round?” well because, i super LOVE the design.
(But is it enough reason?) 

Semua orang pasti punya kebutuhan yang berbeda-beda, terutama perihal gadget dan fashion. Itu personal, gak bisa dipaksain. Nah apa yang saya review disini adalah dari apa yang saya alamin, jadi jangan langsung ditelan mentah-mentah, karena siapa tahu kebutuhan kalian sama sekali berbeda dengan saya.


Kenapa Brand Lokal Mahal?





(sumber : google)

Saat ini di Indonesia banyak sekali brand lokal bermunculan dan banyak yang menawarkan konsep yang berbeda. Kualitasnya juga bisa dibandingkan dengan merek-merek asing. Tetapi disamping itu saya juga sering mendengar ada orang yang berkata,"brand lokal aja mahal banget sih, mending nambah sedikit beli Z... atau T......p ada merknya daripada pake merk ga jelas".

Yuk kita bahas kenapa brand lokal mahal :

1. Brand local memproduksi dalam jumlah sedikit

Local Brand : Giffa Indonesia 

Local Brand : Motiviga

Local Brand : Lana Fitmat



Kebanyakan brand lokal memproduksi dalam jumlah sedikit bukan mass product. Kalau kalian melihat dress di ITC dengan harga 75.000 atau tas backpack seharga 50.000 mungkin itu adalah produk Cina yang memproduksi secara massal, bisa jadi mereka memproduksi ribuan bahkan jutaan untuk satu model saja.


2. Para pekerja adalah manusia yang harus digaji layak


Jadi proses membuat bahan, mencari bahan baku, menjahit, finishing, quality control bahkan transportasi sampai barang tersebut dijual yang melakukannya adalah manusia bukan mesin. Mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk keluarganya.

3. Harga bahan baku yang tinggi

Di Indonesia bahan baku kebanyakan masih impor. Kita memiliki Sumber daya alam yang melimpah tapi kita belum bisa mengolahnya, jadi diambil oleh negara lain lalu diolah oleh mereka dan dikirimkan balik ke kita. Dibeli lalu dijadikan produk, otomatis harga bahan baku menjadi tinggi. Belum lagi ada pajak yang dikenakan pemerintah untuk ekspor impor.

3. Hpp yang tinggi membuat harga menjadi tinggi

Dari proses yang sudah saya sebutkan tadi, membuat harga pokok menjadi tinggi dan apabila brand tersebut menitipkan barang di toko. Sekarang ini untuk menitipkan barang di toko offline maupun online dikenakan biaya minimal 30% dari harga jual. Sebut saja misalkan toko The G Dept, toko yang menjadi kiblat mode anak muda indonesia sekarang. Mereka mengambil untung sebesar 50% dari harga jual. Jadi setidaknya para pemilik brand harus mengkalikan 3 dari nilai HPP agar mendapatkan untung. Contoh :

HPP = Rp 100.000
HPP x 3 = Rp 300.000
Yang didapatkan oleh brand tersebut Rp 150.000 
Besar untung = Rp 50.000

Nah harga Rp 300.000 misalkan untuk sebuah atasan akan dinilai mahal oleh konsumen, sedangkan brand mendapatkan Rp 50.000 yang akan dikumpulkan untuk membayar gaji, transportasi, listrik, dan sebagainya.


3. Brand local memiliki kualitas yang baik

(sumber : google)

Para pemilik brand berusaha menjaga barang dagangannya sebaik mungkin agar tetap terjaga kualitasnya mereka tidak mau asal menjual barang tanpa memiliki konsep. Mereka memilih bahannya sendiri serta selalu melakukan quality control sebelum dijual. Bahkan banyak sekali brand besar luar yang mempercayakan produksinya di Indonesia, contohnya, Sepupu saya pernah menitip Jersey bola kepada temanya yang sedang ke Inggris, harganya kurang lebih Rp 500.000 namun setelah dilihat ternyata ada tulisan "made in Indonesia"

4. Produk dibuat dengan cinta

Timepiece

“Kalau keluar rumah gak pake jam tangan, rasanya kaya telanjang”
- Banyak orang -
Nah, itu termasuk saya banget. Saya tipe yang gak mungkin keluar rumah gak pake jam tangan. Karena memang bener, rasanya kayak telanjang!

Walaupun saya punya smartphone yang selalu saya bawa kemana-mana, yang jangankan waktu, kondisi cuaca atau traffic aja sekarang bisa ketahuan dari smartphone, tapi kehadiran jam tangan buat saya nilainya lebih dari sekedar penunjuk waktu. Jam tangan completes me.


Follow Us On Bloglovin'