Kenapa Brand Lokal Mahal?





(sumber : google)

Saat ini di Indonesia banyak sekali brand lokal bermunculan dan banyak yang menawarkan konsep yang berbeda. Kualitasnya juga bisa dibandingkan dengan merek-merek asing. Tetapi disamping itu saya juga sering mendengar ada orang yang berkata,"brand lokal aja mahal banget sih, mending nambah sedikit beli Z... atau T......p ada merknya daripada pake merk ga jelas".

Yuk kita bahas kenapa brand lokal mahal :

1. Brand local memproduksi dalam jumlah sedikit

Local Brand : Giffa Indonesia 

Local Brand : Motiviga

Local Brand : Lana Fitmat



Kebanyakan brand lokal memproduksi dalam jumlah sedikit bukan mass product. Kalau kalian melihat dress di ITC dengan harga 75.000 atau tas backpack seharga 50.000 mungkin itu adalah produk Cina yang memproduksi secara massal, bisa jadi mereka memproduksi ribuan bahkan jutaan untuk satu model saja.


2. Para pekerja adalah manusia yang harus digaji layak


Jadi proses membuat bahan, mencari bahan baku, menjahit, finishing, quality control bahkan transportasi sampai barang tersebut dijual yang melakukannya adalah manusia bukan mesin. Mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk keluarganya.

3. Harga bahan baku yang tinggi

Di Indonesia bahan baku kebanyakan masih impor. Kita memiliki Sumber daya alam yang melimpah tapi kita belum bisa mengolahnya, jadi diambil oleh negara lain lalu diolah oleh mereka dan dikirimkan balik ke kita. Dibeli lalu dijadikan produk, otomatis harga bahan baku menjadi tinggi. Belum lagi ada pajak yang dikenakan pemerintah untuk ekspor impor.

3. Hpp yang tinggi membuat harga menjadi tinggi

Dari proses yang sudah saya sebutkan tadi, membuat harga pokok menjadi tinggi dan apabila brand tersebut menitipkan barang di toko. Sekarang ini untuk menitipkan barang di toko offline maupun online dikenakan biaya minimal 30% dari harga jual. Sebut saja misalkan toko The G Dept, toko yang menjadi kiblat mode anak muda indonesia sekarang. Mereka mengambil untung sebesar 50% dari harga jual. Jadi setidaknya para pemilik brand harus mengkalikan 3 dari nilai HPP agar mendapatkan untung. Contoh :

HPP = Rp 100.000
HPP x 3 = Rp 300.000
Yang didapatkan oleh brand tersebut Rp 150.000 
Besar untung = Rp 50.000

Nah harga Rp 300.000 misalkan untuk sebuah atasan akan dinilai mahal oleh konsumen, sedangkan brand mendapatkan Rp 50.000 yang akan dikumpulkan untuk membayar gaji, transportasi, listrik, dan sebagainya.


3. Brand local memiliki kualitas yang baik

(sumber : google)

Para pemilik brand berusaha menjaga barang dagangannya sebaik mungkin agar tetap terjaga kualitasnya mereka tidak mau asal menjual barang tanpa memiliki konsep. Mereka memilih bahannya sendiri serta selalu melakukan quality control sebelum dijual. Bahkan banyak sekali brand besar luar yang mempercayakan produksinya di Indonesia, contohnya, Sepupu saya pernah menitip Jersey bola kepada temanya yang sedang ke Inggris, harganya kurang lebih Rp 500.000 namun setelah dilihat ternyata ada tulisan "made in Indonesia"

4. Produk dibuat dengan cinta


Ketika kamu membeli produk lokal itu berarti kamu sedang membangun mimpi seseorang karena produk yang mereka buat adalah kecintaan mereka terhadap hal tersebut. 

Ada pepatah bilang
"When you buy from a small bussiness, you're not helping a CEO buy a third vacation home. You're helping a little girl get dance lessons, a little boy get his team jersey, a mom put food on the table, a dad pay a mortgage or a student pay for college"

Nah, sudah tau kan kenapa harga produk brand lokal menjadi mahal.
Kalau kamu menemukan barang yang bagus dan harganya juga lebih murah dari pada merk asing, kenapa ga pilih roduk lokal? yuk kita support brand lokal!

Cheers!







1 comment:

  1. Setuju! Ayo support produk lokal demi ekonomi Indonesia! *cheerleader mode: SO ON*

    ReplyDelete